top of page
Search

Benda Mati dan Hidup.

Prolog.

Dalam kajian teologis perbedaan yang hidup dan mati dijawab dengan sangat mudah, yaitu perbedaannya terletak pada sesuatu yang disebut sebagai “nyawa”. Namun secara sains sendiri keberadaan nyawa sama sekali masih buram. Dalam membedakan yang hidup dan mati dalam filsafat mengatakan bahwa mahluk hidup dan benda mati tidak banyak berbeda, yang membedakannya hanya pada gradasi kesadarannya. Namun, kita tau bahwa secara sains kesadaran sendiri masih juga merupakan sesuatu yang buram. Apabila kita mengamati unit terkecil tubuh manusia atau makhluk hidup lain misalnya yaitu DNA. Hal yang membuat kita pusing adalah bahwa unsur-unsur yang menyusun DNA itu adalah benda mati. Disini saya menulis untuk membawa pembaca tidak untuk menemukan suatu jawaban melainkan membuat pembaca menemukan pertanyaan, karena saya pun tak mampu menjawab ini. Semoga saja tulisan ini membawa kawan-kawan menuju petualangan intelektual dan memicu pertanyaan-pertanyaan meluap dalam kepala pembaca.


Kesadaran : unaware things became aware.

Ketika kita sebagai makhluk yang berkesadaran, sadar akan suatu keadaan dan bebas dalam bertindak disini kita mendefinisikan kesadaran, bahwa kesadaran adalah yang kita alami saat ini. Jawaban itu mungkin terdengar tidak menjelaskan apapun. Tidak hanya kita, saintis dalam mendefinisikan kesadaran pun kesulitan. Berbagai ide dan gagasan muncul namun tak ada yang dianggap dekat dengan definisi terbaik untuk kesadaran itu. Mencoba membayangkan bahwa kondisi kita ada pada keadaan dimana kita tidak mengerti mengapa kita menyadari diri kita dan kita menyadari dunia. Yang kita bisa ketahui sejauh ini secara sains adalah bahwa kita adalah manusia yang berasal dari sesuatu yang memiliki kesadaran rendah dan kemudian menjadi berkesadaran kompleks. Bahkan Apabila kita mengingat Kembali teori abiogenesis atau teori munculnya kehidupan yang berasal dari sesuatu yang mati, seperti metana, ammonia, hidrogen dan lain-lain. Sedari awal kita dapat katakan bahwa kita adalah produk dari sesuatu yang bahkan tidak berkesadaran. Karena unsur seperti metana merupakan benda yang memang tidak memiliki kesadaran.


Abiogenesis : a soup of life

Berbicara mengenai teori Abiogenesis, tidak jauh dari fondasi terbentuknya teori ini yaitu dari temuan dari Stanley Miller yang membuat sebuah Soup. Primordial Soup, Miller memasak sebuah soup yang terdiri dari unsur tak hidup seperti ammonia, metana, dan hydrogen. Unsur ini ditemukan di kehidupan awal bumi selepas beberapa waktu tabrakannya dengan Thea. Singkatnya unsur-unsur tadi dialirkan dalam suatu alat dan dialiri oleh tegangan listrik, setelah beberapa hari ia memanaskannya terbentuklah sebuah asam amino yang merupakan sebuah komponen organik pembentuk sel. J.B.S Haldane dan Alexander Oparin kemudian menjelaskan dalam bukunya dia mengatakan bahwa radiasi ultraviolet memberikan energi untuk mengkonversikan metana, ammonia, dan air menjadi komponen organik di laut Bumi muda tepatnya pada masa Archean Eon (Era Arkean). Indikasi indikasi bahwasanya mahluk hidup dapat berasal dari benda mati seharusnya menipiskan Batasan-batasan antara keduanya, mungkin. Haldane dalam bukunya pun “what is life?” memberi judul bukunya sebagai suatu pertanyaan dan ia menulis “im not going to answer this question”.

Sel sendiri terdiri dari benda mati yang bereaksi Bersama dan melahirkan benda hidup. Berbagai jenis unsur-unsur benda mati ini bekerja sama satu sama lain melalui reaksi-reaksi kimia dan saling berinteraksi “just like a machine”. Mereka bekerja otomatis dengan mengkonsumsi energi (ATP). Setiap sel satu dengan yang lainnya pun bereaksi satu sama lain, sehingga membentuk suatu organ. Kumpulan organ itu menjadi manusia. Bila semuanya hanyalah reaksi antara suatu komponen dan komponen lainnya, apakah kita hanya hasil dari konsekuensi interaksi antar komponen kompleks tadi?

Saya tidak tau.

Indikasi bahwa kita hanyalah hasil reaksi kimia, fisika, dan biologi. Bahkan terlihat pada saat kita sedang merasakan cinta, takut, sedih dan emosi lain. Rasa dari emosi itu sendiri tak lebih dari sekedar kinerja hormonal dan aliran listrik di otak.

Lantas kesadaran, kehendak bebas, apakah ada?.

Sampai situ saja, saya bukanlah ahli dalam hal ini, saya adalah orang yang bertanya.


Genesis

Dalam sains manusia dan kehidupan muncul secara kebetulan yang paling kebetulan, meleset sedikit saja dari apa yang telah terjadi dari awal bigbang sampai pada saat ini manusia bisa jadi tak akan ada. Keberadaan kita saat ini adalah sesuatu yang mungkin saja tidak banyak signifikansinya bagi alam semesta Suatu keberadaan kecil yang bahkan belum memahami dirinya sendiri. namun, kelahiran adalah sebuah keberuntungan yang besar bagi kita. Sebuah entitas kecil tadi yang mampu mengagumi asal usulnya dan keberadaannya sebagai salah satu debu kosmis.

Ilmu pengetahuan seakan muncul sebagai lentera yang membantu kita melihat dalam kegelapan yang seakan tak berujung yang disebut sebagai alam semesta.

 
 
 

Comments


© 2024 by Hisbulloh A.M., M.Ed.. Powered and secured by Wix

bottom of page