FISIKA, POLITIK, DAN PERANG
- Hisbulloh Mustofa
- Oct 23, 2024
- 5 min read
Prologue:
Dalam mengamankan negara, stabilitas, serta demi mencapai dominasi global negara adidaya masa itu berlomba-lomba dalam pembuatan alat pemusnah masal. Fisika kala itu sedang berada dalam masa keemasannya dengan relativitas dan fisika kuantum. Dunia dibawah ketakutan akan perang dunia ke-2, di Eropa lebih tepatnya jerman, partai sosialis NAZI memenangkan kekuasaan. Genosida dan rasisme etnis memaksa para fisikawan yahudi beranjak dari Jerman menuju Amerika dan melahirkan proyek senjata pemusnah masal paling berbahaya yang pernah digunakan.
Fisi Nuklir
Pengetahuan kita tentang fisika awal abad ke-20 telah berkembang jauh tak hanya dengan kemajuan dalam ranah makrokosmos tetapi juga menuju ranah mikrokosmos. Satuan ‘terkecil’ dari materi yaitu atom setidaknya begitulah pemahaman kita sebelum akhirnya partikel-partikel sub atomic dan partikel-partikel elementer ditemukan. Didalam atom terdapat penyusun atom yang sekarang kita ketahui sebagai Neutron yang bermuatan netral, Proton yang bermuatan positif keduanya disebut sebagai nucleus, dan elektro dengan muatan negatif mengorbit nucleus. Yang bahkan setelahnya ditemukan lagi suatu anti-partikel seperti positron dan anti-neutrino.
Pada awalnya Ernest Rutherfords mengamati suatu partikel alfa yang melewati gas nitrogen ternyata diserap dan memancarkan beberapa proton, kemudia ia menyimpulkan bahwa inti atom nitrogen itu berubah menjadi inti oksigen yang mengindikasikan terjadinya reaksi pada inti atom mengikuti reaksi berikut.
Sehingga ditemukannya sebuah reaksi yang terjadi pada inti atom yang disebut sebagai “nuclear reaction” atau reaksi inti. Berdasarkan pada apa yang dilakukan oleh Rutherfords kita dapat mengetahui bahwa reaksi inti hanya bisa terjadi bila ada partikel lain yang mengoyahkan inti dari atom, dalam hal ini adalah partikel alfa.
Energi yang dihasilkan dari reaksi inti mengikuti teori relativitas Einstein mengenai kesetaraan massa dan energi atau E=mc2. Nuclear reaction atau reaksi inti terbagi menjadi 2 reaksi fisi dan reaksi fusi, namun kita hanya akan membahas reaksi fisi. Reaksi fisi ini merupakan reaksi yang terjadi pada inti berat yang ditumbuk oleh sebuah partikel yang biasanya merupakan neutron yang kemudian membelah menjadi inti ringan. Hingga Leo Szilard bereksperimen menambakan neutron kedalam atom uranium yang menghasilkan reaksi fisi terus menerus karena Ketika neutron mengenai atom uranium neutron dari atom uranium ini juga melepaskan diri dari dan mengenai atom uranium lain sehingga terjadi reaksi berantai yang melepaskan sejumlah energi yang sangat besar secara cepat dan terjadi sebuah ledakan yang untuk 1 kg uranium saja setara dengan 10.000.000 kg dynamite. Temuan serupa juga ditemukan oleh Enrico Fermi, Otto Hann, Lise Meitner, dan Fritz Strassman di Jerman. Hasil penelitian ini bertepatan pada pecahnya perang dunia ke-2 sehingga para ilmuan fisika kala itu sadar bahwa temuannya dapat berpotensi menjadi senjata pemusnah masal paling berbahaya didunia yang kemudian disebut sebagai “bom atom”. Namun temuan ini bertepatan dengan diangkatnya Hitler dari partai nasional sosialis NAZI sebagai Fuhrer Jerman.
Nazi dan Ilmuan Yahudi : Holocaust
Di jerman terdapat monument yang disebut holocaust memorial, yang mengingatkan kita pada genosida dan pembantaian besar yang dilakukan NAZI berdasarkan undang-undang yang dikeluarkan oleh Hitler yaitu Undang-Undang Nuremberg kepada orang-orang Yahudi. Undang-undang ini muncul karena obsesi hitler untuk membunuh manusia yang ia anggap rendahan seperti etnis yahudi, gipsy dan para difabel. Holocaust secara historis digunakan untuk menggambarkan korban persembahan yang dibakar di atas altar. Selama rezim Nazi berkuasa pada 1933 hingga 1945, Adolf Hitler gemar menyebarkan kebencian, menciptakan prasangka dan intoleransi terhadap orang Yahudi. Hal tersebut pada akhirnya mengakibatkan kematian enam juta pria, wanita dan anak-anak Yahudi.
Selain dari pembunuhan yang diakukan sebelum itu orang yahudi dilarang mengajar di Universitas-universitas dan buku-buku yang mereka anggap tulisan para yahudi dianggap tidak layak dan dibakar. Dari sini dapat diketahui semua ilmuan atom berdarah yahudi atau memiliki hubungan darah dengan yahudi tidak diperkenankan mengajar dan dibakar hasil riset-risetnya. Dimasa itu hampir ¼ ilmuan jerman adalah seorang yahudi salah satunya dalah Albert Einstein Leo Szilard dan Enrico Fermi kehilangan pekerjaannya dan nyawa mereka juga terancam.
Akibat dari keberadaan undang-undang itu membuat para ilmuan fisika beretnis yahudi itu takpunya pilihan lain selain melarikan diri. Leo Szilard sangat takut bahwa temuannya atas reaksi fisi atom uranium diketahui NAZI dan menyalah gunakannya untuk perang, terutama karena NAZI bisa sangat mudah mendapat uranium di Eropa. Kemudian Leo mempercayai Amerika yang harus memegang senjata pemusnah masal itu. Sampai akhirnya Leo dan koleganya menulis surat yang akan diberikan kepada presiden Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt. Untuk meyakinkan Presiden Roosevelt mereka meminta saintis termashur Albert Einstein untuk menandatangani surat tersebut.
Manhattan Project.
Dalam surat yang dikirim tersebut tertuang penjelasan soal temuan mengenai fisi nuklir pada atom uranium dan potensinya menjadi sebuah bom, serta menyarankan agar Amerika melanjutkan penelitian mengenai hal ini untuk keperluan konfirmasi. Namun, maksud sebenarnya tertuang pada akhir surat yang mengatakan bahwa NAZI telah menghentikan ekspor uranium dari Czechoslovakia keluar, hal ini mengindikasikan bahwa NAZI berupaya menggunakan Uranium yang berada di Czechoslovakia sebagai bahan membuat bom berdasarkan dokumen-dokumen para fisikawan itu. Dari situ mereka menyadari bahwa apabila NAZI berhasil menyelesaikan reaksi fisi nuklir pada atom uranium ini sebagai bom maka bukan tidak mungkin NAZI akan menguasai Eropa dan bahkan mengalahkan Amerika Serikat. Amerika yang kala itu tak mau mencampuri urusan yang ada di Eropa tidak kunjung mengabari Leo dan para koleganya. Disisi lain NAZI kian berkuasa di Eropa. Sampai akhirnya surat balasan dari Presiden Roosevelt datang.
Dimulailah pembuatan bom atom oleh Amerika Serikat bersama Inggris yang dinamakan sebagai “Manhattan Project” yang yang di ketuai oleh Openhaimer. Ilmuan-ilmuan terbaik Eropa didatangkan ke padang gurun di Mexico sebagai tempat pembuatan dan ujicoba bom atom tersebut. Lalu Amerika pun membangun kerja sama dengan Inggris tanpa memberitahu Uni Soviet dan pada tahun 1945 uji coba bom atom Amerika berhasil. Namun saat Amerika telah mampu mengujicoba bom atom mereka NAZI telah kalah di Eropa dan bom atom dari mereka juga tidak kunjung selesai. NAZI tak mampu membuat bom atom itu karena memang mereka telah membuang semua fisikawan terbaik yang Jerman miliki. Namun walaupun NAZI telah kalah Amerika yang sekarang dipimpin oleh Presiden Hary S. Truman tidak menghancurkan bom atom itu dan memilih menggunakannya kepada Jepang yang dianggap sangat sulit untuk dilawan. Dalam hal ini Leo Szilard dan Ilmuan lainnya memohon pada presiden Truman untuk tidak menggunakan Bom tersebut karena perang sudah selesai karena Jepang akan segera mengikuti jerman karena posisinya yang sudah terpojok. Kemudian pada fisikawan itu mengingatkan presiden kalau bom itu digunakan maka suatu saat Amerika akan menjadi target dan perang dengan kerusakan yang dengan skala luar biasa akan terjadi. Tak seperti presiden sebelumnya kini Truman mengabaikan kata-kata dari para fisikawan ini dan tetap menggunakan bom itu untuk meluluh-lantahkan jepang. Pada akhirya 6 agustus 1945 bom atom dengan nama “little boy” dijatuhkan di Hiroshima dengan sekejap membunuh ratusan ribu jiwa dan 9 agustus 1945 bom atom dengan nama “fat man” dijatuhkan di Nagasaki ratusan ribu orang lagi menjadi korban. Mereka yang tersisa mengalami cacat dan luka yang parah karena efek radioaktif. Jepang menyerah tanpa syarat dan kemenangan bagi Amerika. Namun peringatan dari para fisikawan itu menjadi kenyataan semenjak Amerika dan Inggris membuat bom ini ternyata dimata-matai oleh uni soviet dan mereka berhasil membangun bom atom mereka sendiri, dari sini dimulailah Perang dingin antara dua negara adikuasa ini.







Comments